Beberapa hari yang lalu, gw mimpi lagi tentang seseorang. Someone from my past. Efeknya, gw jadi kepikiran terus tentang orang ini.. *Hahay… bukan mantan pastinya. Mari kita sebut dy KE. Beberapa tahun ini, kadang ketika gw lagi merenung, memang beberapa kali gw teringat dia…. lalu merasa bersalah, juga menyesal, juga penasaran bagaimana kabarnya KE sekarang ini.
Pertanyaan: Siapakah K.E?
Ceritanya..... Berawal dari keisengan sist & babeh –entah keisengan yang seperti apa- yang kemudian membuat sist kenal dan rajin smsan sama seseorang, entah siapa namanya. Just for fun, katanya. Sist waktu itu bahkan menggunakan nama palsu yang ca’em banget supaya terkesan cute. Gw ga minat banget ngeliatnya, tapi entah bagaimana, tiba-tiba gw sudah terlibat. Si ‘entah siapa’ mengenalkan KE ke sist, yang kemudian dikenalkan lagi ke gw. Dan akhirnya gw jadi dekat sama KE, bahkan ketika sist sudah ga contact lagi dengan si ‘entah siapa’.
Waktu gw kenal KE ini, mungkin gw masih umur 14-15 tahun ya…. Masih ABG deh pokoknya. Sedangkan si KE sendiri sekitar 25-26. Entah, yang gw ingat adalah umur yang terpaut antara 10 atau 11 tahun.
Sejauh yang gw tau dari cerita KE, dia ini anak sulung dari dua bersaudara, sejak kecil ga punya orangtua dan harus membiayai adiknya yang masih kuliah. Orangnya seringkali merasa kesepian, tapi dia bilang bahwa hidup harus tetap dijalani, dan seingat gw memang dia jarang mengeluh. Gw selalu bangga bisa kenal dan berteman baik dengan KE, bahkan dianggap adik. Walau itu lebih karena dia ingin merasakan berkasih-sayang dengan saudara, sementara adik kandungnya justru tak acuh sama dia.
Karena beda kota, kita ga pernah ketemu muka, hanya sms, telpon, dan saling surat-menyurat. Secara waktu itu internet belum se-beken sekarang, dan gw terlalu gaptek juga untuk ke warnet. Intinya, dalam waktu singkat, gw jadi adik kesayangan KE. Gwyang merasa dimanja jadi sering curhat dan caper sama KE karena in certain ways, KE selalu bisa buat gw tertawa, courage gw waktu gw down, dan membuat gw merasa disayangi pastinya.
Suatu hari gw bermasalah dengan teman baik gw, lalu malamnya gw nangis, curhat di telpon seperti biasa. KE menghibur gw dengan kata-kata pualiiinggg bikin merinding sejagad,”hey, nonik paling cantik dan manis sedunia, kalo km nangis, nanti cantiknya kamu luntur, kamu ga manis lagi lho..”
Hueekkk…. Gw langsung merinding, dan begitu aja, gw langsung ketawa. Bukan karena seneng digombalin, justru geli. Tapi sejak itu, KE selalu manggil gw dengan kata sapaan ‘nonik paling……….sedunia’. OMG. =))
Entah yah, meski harus menghadapi segala gombalan kacang itu, gw selalu merasa senang dengan adanya KE sebagai abang yang ga pernah gw punya. Mungkin bisa saling mengisi karena KE selalu mengharapkan adik yang berbagi dengan dia, dan gw selalu mengharapkan abang yang menjaga gw. Begitu perhatiannya KE sama gw, tepat di hari ulang tahun gw yang ke-15, datang paket dari KE, boneka anjing kecil yang selalu gw simpan sampai sekarang. Itu pertama kali seseorang ngasih gw boneka -meski jelas gw adalah cewe yang anti boneka- dan itu juga hadiah ulang tahun pertama gw sejak gw pindah ke Jakarta. Hoho.. semasa SMP gw memang ga pernah dapat hadiah ulang tahun dari teman sekolah, karena gw jg ga berusaha bersosialisasi dan berbaur dengan mereka juga sih.. -.-" yey..
Masalahnyaaa, gw jadi terbiasa dimanja, selalu gw yang bercerita, gw jarang jadi pendengar. Gw bahkan selalu lupa tgl ultahnya KE. Semasa gw di SMA, gw terlalu sibuk dengan teman-teman, kerjaan sampingan, dan pacar yang ga pernah gw critain ke KE krn dy ga suka dengerinnya, lalu akhirnya......begitu aja gw melupakan KE.
Ingatan mengenai KE justru baru splashed dalam pikiran gw, kira-kira 2 tahun lalu, waktu gw dalam trip keluarga, berlibur ke kota dimana KE tinggal, dan ortu menanyakan apakah gw ada bikin janji untuk ketemu KE di suatu tempat. Gw sempet kaget, menyadari bahwa gw sudah melupakan KE begitu aja selama bertahun-tahun. Itu gw baru sadar jahatnya gw kebangetan. Sejak itu, kadang-kadang gw dihantui bayangan KE, keegoisan gw dulu, dan betapa ga tau dirinya gw.
Gw pernah lohh berusaha contact KE lagi, SMS, kirim surat, dan telpon ke rumahnya. Sekedar untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan gw. Tapi gw ditolak :'( Begitu dengar nama gw, dia langsung menyangkal kalau dia KE dan pura-pura ga kenal. Well, gw ga bisa mendesak KE untuk maafin gw setelah gw mengecewakan dia kan? T_T
Kalo udah tau besoknya kerja, dan harus bangun pagi, jangan ngotot melek sampe jam 6 pagi, terus tidur cuma satu jam. Itu ga baik, nak! Bahaya! Beresiko! Pantang hukumnya!!!
Kenapa?
Karena, itu yang dilakukan sama anakayamdodolgataudiri semalam. Dan tidur ga nyenyak selama 1 jam saja sama dengan tidur ayam alias tidur boong-boongan alias ga usah tidur aja sekalian.
Apa yang terjadi?
Pagi ini anakayampalingdodoldidunia bangun dengan kepala seolah melayang, mata seolah digantungi beban 1 ton, jerawats yang tiba-tiba balapan muncul, dan otak yang nyaris ga berfungsi.
Iya, nyaris ga berfungsi. Ngerjain apa-apa kok ya ga bisa fokus.
Buru-buru suruh orang nganter ke atm, lah…kartunya ditinggal di kantor.
Akhirnya balik lagi, ngantongi kartu atm, trus terbang lagi ke atm.
Lhaa… nyampe di atm, tiba2 sadar, kartu yang dipegang ternyata yang ga ada duitnya. Terpaksa pulang kantor, transfer duit ke rekening yang kere itu via e-banking, karena rekening yang ga kere ntu kartu atm-nya jelas dikantongi sama pak boss yang lagi keluar-kota.
Then, akhirnya misi narik duit accomplished dikunjungan ketiga. Mungkin satpam yang di atm sana uda sempet curiga kali ada ayam imut kok bolak-balik mulu kesana… :-P *hahayyy.. on centil mode*
Bukan itu aja kebodohan hari ini.
Seharusnya nelpon toko kain untuk pesen bahan, si anakayamdudulgaketulung malah nelpon ke tukang beras. Ya gimana ga bengong dia dipesenin ‘mau bahan yang bulu, warnanya kuning’. Disangka mau beli beras bulukan kali T___T
Dan belum kesleboran lainnya yang ga terampuni karena seharusnya dilakukan sambil tidur aja ga mungkin bisa salah, apa lagi sambil melek. Contohnya? Ngasih susu buat lil niece yg umurnya baru 8 bulan. Instead of nyodorin botol susu, malah tutupnya botol susu yang dikasih, trus botol susunya dipantengin aja di meja. Untungnya si preman kecil ni pinter, pas lagi digendong dia bisa nyamber botol susu yang di atas meja. Baru deh nih otak ngeh. lhaaaaa. Kalo botol susu masih di meja,brati......... +__+
Haizzz….
Need sleep now, but since masih ada things to be done, maybe strong coffee is a good option.
Suatu hari. Beberapa tahun yang lalu…. Waktu aku masih rajin dan hobi menangisi setiap ketidak-adilan yang aku rasakan, seseorang pernah mengatakan sesuatu tentang mataku.
“Entah kenapa, kamu senyum dan tertawa. Tapi mata kamu menyiratkan rasa sakit dan sedih.”
Iya, aku speechless. Karena memang aku tertawa, tapi hatiku menyimpan rasa sakit, luka, dendam. Terkejut dan terharu ketika seseorang mampu melihat apa yang aku rasakan hanya dengan menatap mataku, nama orang itu sampai sekarang masih terekam jelas di memoriku. Moment itu, di resto itu, di meja mana kami duduk, semua terekam dengan amat sangat baik. Aku sampai sentimentil banget deh kalau ingat nama orang ini...
Tapi kemudian, aku mulai membuka mataku dan belajar menerima, bahwa dunia memang tidak berputar dengan aku sebagai porosnya. Aku belajar memaafkan, menyembuhkan luka hati, dan melupakan dendam. Hidup, dari kacamataku sekarang, tidak lagi semuram dulu. Boleh dikatakan, luka itu mungkin meninggalkan cacat parut pada hatiku, tapi aku tidak lagi merasa sakit. Hanya cukup belajar dari apa yang pernah terjadi dan berusaha memperbaiki hidup supaya aku bisa menentukan nasibku sendiri. Supaya aku tidak lagi meratapi ketidak-adilan takdir.
Yah, lupakan soal dulu. Yang penting adalah sekarang dan masa depan. Begitu ‘kan?
Tapiiiiiiii…. Kemarin, secara tak terduga, seseorang yang lain juga berkomentar tentang matanya anak ayam.
”Mata kamu itu mata menangis. Apa sih yang kamu tangisi?”
Aku jawab,”Saat ini, aku mensyukuri hidup dan tidak menangisi apapun.”
Jelas bukan jawaban yang memuaskan. Yeah. Dia ga sadar, sepotong kalimat itu buat anak ayam malang ini menghukum diri sendiri di depan kaca selama hampir satu jam. Bertanya-tanya, di sudut mana yang keliatan seperti nangis? Apa iya sih ada yang aku tangisi?
Jawabannya masih belum ketemu. Mungkin memang ga ada yang ditangisi. Mungkin dulu aku berlebihan kalau mengira orang itu mampu membaca mataku. Mungkin aku terlalu banyak nonton drama, baca novel picisan, atau mendengar lagu cengeng. Jangan-jangan karena aku terlalu sering bergadang sampai mataku terlihat seperti orang susah.
Apapun kemungkinan itu, tapi yang pasti, aku perlu perbaikan di bagian mataku ini. Mungkin operasi buat lipitan mata supaya terlihat membelalak seperti boneka-boneka porselen yang cantik. Mungkin juga butuh tato alis supaya terlihat tegas, galak, jauh dari kesan cengeng. Bahkan mungkin perlu ganti warna bola mata, dibuat warna hijau supaya terlihat penuh semangat dan gairah hidup… (seperti kucing?!?) Entah. Besok aku bakal mampir ke klinik kecantikan terdekat untuk konsultansi^^
Aku masih mempertanyakan, apa yang kita pertahankan dari hubungan yang rapuh ini. Aku mengharapkan tawa, pelukan, dan kecupan di kening di balik pintu tertutup. Kamu mengharapkan ciuman dan pengumuman pada seluruh dunia bahwa kita saling memiliki. Aku ingin berbagi perasaan denganmu ketika malam tiba, ketika kita masing-masing sedang bersantai dan dapat bertukar cerita. Kamu mengharapkan laporan detail sepanjang waktu mengenai apa yang kulakukan, dengan siapa dan kemana. Di penghujung hari, aku ingin dapat bersandar di bahumu, sambil bercerita soal orang-orang yang kutemui, juga bercerita soal impian dan cita-cita. Tapi bagimu hal itu terlalu membosankan. Aku benci mengeluh dan aku berusaha agar tidak mengeluh. Tapi kamu terus merengut dan mengeluh. Aku bicara soal kualitas. Kamu ingin kuantitas. Jika kebersamaan begitu menyiksa, jika status membawa kesedihan dan kekecewaan, jika perbedaan membuat kita selalu bersimpangan arah, kamu dan aku, bagaimana mungkin mampu menyeimbangkan langkah bersama?